Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Agustus 2012

By Unknown | At 21.00 | Label : | 0 Comments


Sisa pemotongan kayu pinus biasa dimanfaatkan oleh warga sebagai bahan bakar untuk memasak. Karena limbah harganyapun cukup murah, satu mobil bak limbah kayu pinus bisa didapatkan dengan uang 250 ribu saja dari tempat pemotongan kayu. Namun ternyatalimbah kayu tersebut bisa memiliki nilai tambah yang cukup tinggi setelah diolah menjadi sumpit kayu. Usaha sumpit kayu dari limbah pinus ini ditekuni oleh beberapa warga Kampung Cikawung, Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Bara. Pasar sumpit kayu inipun tidak hanya di dalam negeri saja tetapi juga sampai negara-negara lain di akwasan Asia.


Salah satu pengusaha sumpit kayu dari limbah pinus ini adalah pasangan Unang (32) dan Ika Nurhayati (25). Mereka telah menjalankan usaha pembuatan sumpit kayu ini semenjak dua tahun yang lalu. Usaha mereka dijalankan setelah mendapatkan bantuan mesin pemotong manual dari seorang pengusaha, kemudian mereka menyerahkan hasil produksinya kepada pengusaha tersebut. Dengan memanfaatkan sebagian rumahnya sebagai tempat produksi mereka bisa menghasilkan uang dari barang limbah tersebut.

Produksi sumpit dari limbah kayu pinus mereka terbilang cukup lumayan besar, satu bak mobil bahan baku limbah pinus setiap hari diolah menjadi sumpit kayu. Proses pembuatan sumpit melalui beberapa tahapan, pertama kali limbah kayu pinus disortir dan dipotong kembali sampai bisa dimasukkan ke dalam mesin penyerut sumpit otomatis. Namun sebelum itu potongan kayu pinus dijemur agar kering terlebih dulu.

Untuk membentuk sumpit kayu yang bagus, perlu dilakukan penyerutan dengan mesin penyerut otomatis. Namun demikian hasil produk sumpit kayu memiliki kualitas yang berbeda-beda. Hal ini ditunjukkan dengan kemulusan hasil serutan dan cacat yang ada. Sumpit yang mulus dan tanpa cacat masuk kelas A, B, dan C, yang dijual Rp 330.000 setiap boxnya. Sumpit kayu yang selain itu masuk kelas D dan E yang dijual Rp 100.000 dan Rp 90.000 setiap boxnya.

Kualitas sumpit kayu yang dihasilkan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil serutan saja tetapi juga oleh kualitas kayu pinus sebagagai bahan bakunya. Jika kebetulan mendapatkan bahan baku yang baik maka sumpit kelas A, B, dan C yang didapatkan semakin banyak. Dalam sebulan perusahaan Ika bisa memproduksi sekitar 50 boks sumpit kayu. Satu boks berisi 50 ribu sumpit. Selain usaha sumpit kayunya bisa menghidupi keluarga mereka, karyawan mereka yang berjumlah 15 orang juga turut merasakan segarnya usaha sumpit kayu ini. Jika mau kreatif ternyata barang limbah bisa menjadi peluang usaha yang menggiurkan.

Sumber:

http://www.tribunnews.com

Kamis, 23 Agustus 2012

CARA KREATIF SUKSES BERBISNIS DENGAN BARANG KUNO

By Unknown | At 02.00 | Label : | 0 Comments

Keunikan sebuah produk menjadi daya tarik tersendiri di tengah persaingann dalam bisnis.Bahkan dengan mengandalkan kreatifitas dan usaha tanpa modal bisa mendatangkan rezeki yang besar. Inilah yang dilakukan Silla Home, bisnis furniture yang cukup berbeda dari yang sudah ada. Usaha yang dilakukan oleh dua sahabat yaitu Merdeka Agnikarma (28) dan Heidy Sudjiatmoko (27)boleh dibilang tanpa modal uang. Berbekal kegemaran Merdeka gemar merombak barang bekas, ternyata menjadi peluang bisnis yang menggiurkan.


Usaha yang cukup kreatif ini misalnya saja kursi bekas milik teman kuliahnya dicat ulang dan kainnya diganti, kursi usang itu seperti baru keluar dari toko. Untuk memasarkan furniture usang yang disulap menjadi baru tersebut, pada awalnya dilakukan lewat blog. Hasil repro difoto kemudian diupload di blog.

Semakin lama ia mendesain furniture sendiri, lalu menawarkannya kepada kenalan. Kalau ada yang pesan, baru dbuat. Jadi, modalnya benar-benar nol, hanya bermodalkan desain. Keberhasilan usaha ini tidak lepas dari Passion dan kesukaan keduanya yang sama terhadap gaya vintage dan klasik.

Karena keunikan karya-karya mereka beberapa tawaran untuk mengikuti pameran datang, dan ini tidak disia-siakan. Sebagai pendatang baru yang belum nenentukan pasar, mereka mengikuti semua tawaran bazar yang ditawarkan. Semua proses kegiatan juga mereka lakukan sendiri, mulai dari mengangkat furniture dari mobil ke tempat pameran, sampai tidak tidur dua hari penuh karena membuat stock list, sampai mendekor stan bazar. Pameran bagi mereka memang event yang cukup baik dalam memasarkan produk.

Meski pameran merupakan event yang cukup efisien dalam memasarkan produk, namun keputusan memilih pasar yang cocok untuk produk memang mutlak diperlukan. Pengalaman mereka pernah mengalami kerugian karena salah karena ikut beberapa bazar, yang ternyata pengunjungnya ternyata tak cocok dengan produk mereka. Merekapun harus merugi dalam jumlah lumayan besar.

Dari berbagai bazar itu, mereka justru belajar menentukan pasar. Mereka jadi tahu bahwa produk Silla Home disukai oleh pasangan muda yang baru menikah dan ibu-ibu. �Hitung-hitung, ikut bazar itu jadi proses trial and error, deh. Bazar itu jadi ajang untuk membagikan kartu nama dan brosur. Kalau ada yang suka pada produk kami, ia akan mengirim e-mail. Dari situ, kami akan terus melakukan approach. Yang tadinya hanya bikin satu lampu, bisa saja kami kemudian mengerjakan furniture rumahnya,� kata Merdeka, yang mengaku lebih sukses saat ikut Brightspot karena lebih sesuai dengan pasar produknya.

Sumber:

http://wanitawirausaha.femina.co.id

Minggu, 19 Agustus 2012

Bisnis Sandal Jepit Yang Tidak Bisa Diremehkan

By Unknown | At 00.00 | Label : | 0 Comments

Jangan meremehkan walau hanya sandal jepit, ternyata bisa mendatangkan keberuntungan yang besar. Bisnis sandal jepit yang satu ini memang bukan sandal jepit biasa, tetapi sandal jepit lucu dan unik. Berkat bisnis sandal jepit unik yang kemudian disebut sandal Khas Magelangan ini Kehidupan Sadiqin menjadi lebih baik. Omzet bisnis sandal jepitnya puluhan juta hingga merambah daerah di luar Jawa seperti Kalimantan, Bali dan Sulawesi.

Bisnis sandal jepit unik dari Kampung Tulung, Magelang Tengah ini sukses karena mengaplikasikan kata-kata atau celoteh-celoteh khas orang-orang Magelang seperti Leda-lede, Pecas Ndahe, Plonga-plongo, Plinthat-plinthut, dan lain sebagainya pada sepasang sandal. Hal inilah yang sekaligus menjadi icon produk Magelang.

Inspirasi bisnis Sadiqin menekuni usaha sandal kreatif ini pada tahun 1999 ,saat anaknya mendapat souvenir ulang tahun berupa sepasang sandal dengan model unik dan lucu. Kemudian ia dan istrinya coba-coba membuat rancangan sandal serupa dengan sedikit kreasi namun tetap khas Magelang. Dan ternyata prosuknya ini digemari banyak orang dan laku di pasaran.

Karena prospek pasar bisnis sandal unik ini cukup bagus, ia rela melepaskan bisnis jok mobil yang telah ia tekuni. Yang membuat unik dari sandal khas Magealang ini adalah desain yang ia buat dengan tangan bukan dengan komputer. Karena jika didesain dengan komputer maka akan mudah ditiru.

Kelebihan lain sandal-sandal unik Sadiqin juga terletak pada bahan yang ringan terbuat dari spon api. Kemudian pada aplikasi desain, yakni dengan cara cutting atau puzzle bukan dengan teknik sablon. Sehingga, gambar atau tulisan tidak mudah hilang jika kena air atau kotoran. �Selain itu, pembeli juga boleh memesan desain sesuai keinginannya, bisa gambar, tulisan, atau abstrak, dan satu hari jadi.

Awal mula produksinya tidaklah terlalu banyak, Promosinya pun hanya dari mulut ke mulut. Untuk bisa masuk ke pameran atau sentra UMKM di Kota Magelang waktu itu cukup susah, karena alasan harga yang kami patok Rp 25.000 per pasang dinilai masih kemahalan.

Namun ia terus berinovasi hingga akhirnya usahanya itu pun berjalan sukses hingga sekarang. Setiap bulan ia mampu memproduksi rata-rata hingga 8.000-an pasang sandal. Jika harga per pasang rata-rata Rp 25.000, maka per bulan ia meraup omzet sekitar Rp 200 juta.(/Kompas).

Rabu, 15 Agustus 2012

Mencoba Usaha Fashion di Tahun 2012

By Unknown | At 00.27 | Label : | 0 Comments

Jika anda ingin memulai bisnis dan belum menemukan usaha apa yang kira-kira cocok, mungkin anda bisa mempertimbangkan usaha di bidang Fashion. Menurut Gunadi Widjaja, Life Consultant Feng Shui Indonesia, ada beberapa bidang usaha yang memiliki peluang bagus di tahun 2012. Menurutnya beberapa bidang akan memilikiprospek bisnis yang bagus di tahun 2012 diantaranya bidang properti, pertambangan, kayu,bisnis fashion, dan restoran.

Tahun 2012 merupakan tahun Naga air, air akan berlimpah di tahun ini sehingga perlu waspada terhadap air termasuk perdagangan tentang air. Selain itu perdagangan yang berkaitan dengan logam juga akan mengalami penurunan di tahun ini.

Sebagai praktisi Fengsui , Gunadi melakukan perhitungan berdasarkan energi yang datang di tahun naga air 2012 ini. Namun menurutnya, energi yang datang ini perlu juga dikaitkan dengan interaksi pada suatu negara.

Bisnis Fashion sendiri bisa bermacam-macam bentuknya, dari mulai mendesain dan membuat sendiri fashion yang akan dijual. Menjadi distributor fashion dan lain sebagainya. Segmen pasar untuk bisnis fashion sendiri juga beraneka ragam mulai dari fashion anak-anak, dewasa, anak muda dan sebagainya.

Bisnis busana muslim juga cukup potensial, mengingat penduduk Indonesia sebagian besar penduduknya adalah muslim. Pilihan busana muslim yang modis namun tetap sesuai tuntunan agama akan banyak dipilih pembeli
(/Tribunnews).

Kamis, 02 Agustus 2012

Berkah Usaha Sumpit Kayu Dari Limbah Pinus

By Unknown | At 22.00 | Label : | 0 Comments

Sisa pemotongan kayu pinus biasa dimanfaatkan oleh warga sebagai bahan bakar untuk memasak. Karena limbah harganyapun cukup murah, satu mobil bak limbah kayu pinus bisa didapatkan dengan uang 250 ribu saja dari tempat pemotongan kayu. Namun ternyatalimbah kayu tersebut bisa memiliki nilai tambah yang cukup tinggi setelah diolah menjadi sumpit kayu. Usaha sumpit kayu dari limbah pinus ini ditekuni oleh beberapa warga Kampung Cikawung, Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Bara. Pasar sumpit kayu inipun tidak hanya di dalam negeri saja tetapi juga sampai negara-negara lain di akwasan Asia.


Salah satu pengusaha sumpit kayu dari limbah pinus ini adalah pasangan Unang (32) dan Ika Nurhayati (25). Mereka telah menjalankan usaha pembuatan sumpit kayu ini semenjak dua tahun yang lalu. Usaha mereka dijalankan setelah mendapatkan bantuan mesin pemotong manual dari seorang pengusaha, kemudian mereka menyerahkan hasil produksinya kepada pengusaha tersebut. Dengan memanfaatkan sebagian rumahnya sebagai tempat produksi mereka bisa menghasilkan uang dari barang limbah tersebut.

Produksi sumpit dari limbah kayu pinus mereka terbilang cukup lumayan besar, satu bak mobil bahan baku limbah pinus setiap hari diolah menjadi sumpit kayu. Proses pembuatan sumpit melalui beberapa tahapan, pertama kali limbah kayu pinus disortir dan dipotong kembali sampai bisa dimasukkan ke dalam mesin penyerut sumpit otomatis. Namun sebelum itu potongan kayu pinus dijemur agar kering terlebih dulu.

Untuk membentuk sumpit kayu yang bagus, perlu dilakukan penyerutan dengan mesin penyerut otomatis. Namun demikian hasil produk sumpit kayu memiliki kualitas yang berbeda-beda. Hal ini ditunjukkan dengan kemulusan hasil serutan dan cacat yang ada. Sumpit yang mulus dan tanpa cacat masuk kelas A, B, dan C, yang dijual Rp 330.000 setiap boxnya. Sumpit kayu yang selain itu masuk kelas D dan E yang dijual Rp 100.000 dan Rp 90.000 setiap boxnya.

Kualitas sumpit kayu yang dihasilkan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil serutan saja tetapi juga oleh kualitas kayu pinus sebagagai bahan bakunya. Jika kebetulan mendapatkan bahan baku yang baik maka sumpit kelas A, B, dan C yang didapatkan semakin banyak. Dalam sebulan perusahaan Ika bisa memproduksi sekitar 50 boks sumpit kayu. Satu boks berisi 50 ribu sumpit. Selain usaha sumpit kayunya bisa menghidupi keluarga mereka, karyawan mereka yang berjumlah 15 orang juga turut merasakan segarnya usaha sumpit kayu ini. Jika mau kreatif ternyata barang limbah bisa menjadi peluang usaha yang menggiurkan.

Sumber:

http://www.tribunnews.com
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Cerita Lucu Serba Unik - All Rights Reserved inovLy media online by inforZa