Tampilkan postingan dengan label bisnis burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis burung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Agustus 2012

10 Jenis Makanan Paling Beracun untuk Burung Anda

By Unknown | At 19.06 | Label : , , | 0 Comments
Karena burung adalah sama dengan makhluk sosial, sebagian besar pemilik burung memberikan makanan kepada momongan mereka. Memberikan makanan kepada burung Anda adalah aktivitas yang sangat menyenangkan � terlebih apabila melihat kondisi burung Anda sehat. Namun, terdapat banyak makanan bagi manusia yang dapat membahayakan atau bahkan berakibat fatal jika diberikan kepada burung Anda. Para pemilik burung perlu mengetahui mana makanan yang baik untuk diberikan, dan mana yang dapat menimbulkan risiko serius. 

Berikut ini adalah sepuluh (10) makanan yang paling berbahaya bagi kesehatan burung Anda.


1. Cokelat
Cokelat sangat baik untuk dikonsumsi manusia, tetapi berbahaya atau fatal jika diberikan kepada burung peliharaan Anda. Cokelat yang beracun (bagi burung) akan lebih dahulu merusak sistem pencernaan burung, yang menyebabkan muntah dan diare. Pada kondisi (keracunan) berikutnya, sistem saraf pusat burung akan rusak, yang menyebabkan kejang dan akhirnya mati.

2. Biji Apel
Percaya atau tidak, apel � dan juga anggota rose family lainnya, termasuk ceri, persik, aprikot, dan pir � mengandung sejumlah Sianida dalam bijinya. Walaupun buah apel baik untuk burung Anda, namun Anda perlu berhati-hati kandungan racun pada biji dan bahan pestisida pada kulit buahnya. Jadi, pastikan untuk benar-benar membersihkan dan membuang bagian selain buah apel yang akan Anda berikan kepada burung momongan Anda guna menghindari toksin (racun) tersebut.

3. Apukat (alpukat/apokat)
Kulit dan biji dari buah terkenal ini diketahui bisa menyebabkan gangguan jantung dan, akhirnya, gagal jantung pada spesies burung peliharaan. Meskipun ada beberapa perdebatan tentang tingkat toksisitas (racun) pada apukat, namun apa yang umumnya disarankan adalah mengambil sikap "lebih baik aman daripada menyesal kemudian", sehingga sebaiknya jauhkan produk-produk yang mengandung apukat lainnya dari burung peliharaan Anda.

4. Bawang
Karena penggunaan bubuk bawang (merah/bombay) atau bawang putih dalam jumlah terbatas sebagai bumbu perasa umumnya dianggap tidak bermasalah (bagi manusia), namun konsumsi bawang yang berlebihan dapat menyebabkan muntah, diare, dan masalah-masalah pencernaan lainnya (bagi burung). Penggunaan yang terlalu lama (terlalu sering) dapat menyebabkan anemia hemolitik (penurunan sel darah merah), yang diikuti dengan gangguan pernafasan dan, akhirnya, kematian.

5. Alkohol 
Meskipun pemilik burung yang bertanggung jawab tidak menginginkan hewan peliharaannya diberi minuman beralkohol, namun ada beberapa kasus di mana burung yang dibiarkan lepas dari sangkar/kandangnya mengalami keracunan alkohol ketika meneguk koktail (minuman keras sejenis wiski) yang ditemukannya. Alkohol dapat membuat sistem organ burung tertekan dan dapat berakibat fatal. Jadi, pastikan burung Anda tetap aman dengan meletakkannya di kandang/sangkarnya ketika ada minuman beralkohol di rumah Anda. 

6. Jamur
Jamur dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada burung. Pucuk jamur (berbentuk topi/payung) dan tangkai dari beberapa varietas jamur dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

7. Daun Tomat
Tomat, dan juga kentang, adalah buah lezat yang baik jika digunakan sebagai pakan burung Anda. Namun tangkai, akar, dan daunnya sangat beracun untuk hewan peliharaan (burung) Anda. Jadi, bersihkan dan iris/potong buah tomat yang akan Anda berikan sebagai makanan kepada burung Anda dan jangan lupa untuk membuang bagian-bagian yang berwarna hijau (tangkai dan daun) agar burung-burung Anda terhindar dari jenis racun apapun. 

8. Garam
Semua makhluk hidup membutuhkan sodium (natrium) dengan jumlah tertentu dalam sistem mereka. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan oleh burung, garam dapat mengganggu kesehatannya, di antaranya rasa haus yang berlebihan, dehidrasi, disfungsi ginjal, dan kematian. Jadi, pastikan untuk tetap mengawasi jumlah makanan yang mengandung garam untuk dikonsumsi burung Anda.

9. Kafein
Minuman ber-kafein seperti soda, kopi, dan teh adalah sangat populer untuk konsumsi manusia � tetapi minuman berkafein tersebut sangat berbahaya bagi burung Anda. Kafein dapat menyebabkan kerusakan jantung pada burung, dan mengakibatkan naiknya detak jantung, aritmia (gangguan denyut/irama jantung yang ditandai dengan detak jantung yang terlalu cepat, terlalu lambat atau dengan pola tidak teratur), hiperaktif, dan serangan jantung. Berikan minuman yang sehat dari buah-buahan segar (murni) atau jus sayuran untuk burung kesayangan Anda � ini akan memuaskan indera perasa (lidah) burung Anda dan memenuhi kebutuhan gizinya.

10. Kacang-kacangan yang Kering (buncis, kacang panjang dan lain-lain)
Kacang-kacangan yang matang (dimasak) adalah makanan favorit bagi banyak burung, tapi kacang-kacangan kering yang mentah adalah sangat berbahaya bagi burung momongan Anda. Kacang-kacangan yang mentah (tidak dimasak) mengandung racun yang disebut hemaglutin yang sangat beracun bagi burung. Untuk menghindari racun tersebut, pastikan untuk benar-benar memasak jenis kacang-kacangan apapun yang Anda pilih untuk diberikan ke burung momongan Anda.

Translated from: birds.about.com
Maaf om & tante kalau artikel ini repost ...
Kalau ada rekan2 KMer yg kurang berkenan dari artikel ini, mohon dimaafkan ... karena sy jg manusia, yg bisa keliru dan salah bahkan khilaf kapan saja ...

This article was originally published in forum thread:

Sabtu, 04 Agustus 2012

Seputar Tentang Burung Ciblek

By Unknown | At 20.00 | Label : , , , | 0 Comments

Burung ciblek di pasaran saat ini ada dua jenis yaitu Prinia familiaris familiaris dan Prinia familiaris olivaces. Kalau masih muda akan sangat sulit membedakan keduanya, tetapi ketika sudah dewasa akan mudah sekali membedakannya apalagi ketika berkicau.


Pada jenis Prinia familiaris familiaris warna bulu lebih gelap, garis putih di sayap lebih lebar, badan lebih lebar, dan dada tampak bidang, jantannya bersuara keras, tajam dan tebal membentuk vokal ciikrak�ciikrak.. yang dikombinasi suara cicitan, penyebarannya di daerah Jawa Timur, Bali dan Jawa Barat.

Pada Prinia familiaris olivaces warna bulu tampak lebih terang atau lebih muda, garis putih di sayap lebih pendek dan agak kecil, tubuh tampak ramping, serta dada tidak terlalu bidang, bulu dada jantannya hitam yang tampak tipis atau samar, kicauannya lebih menonjolkan jeritan panjang satu nada dan tidak membentuk vokal seperti ciikrak..ciikrak..cet..cet.. oleh karena vokal suaranya tidak terbentuk maka suara kicauannya terdengar tipis dan kurang keras. Penyebarannya di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera.

Penyebaran:

Ciblek lebih banyak dijumpai di Jawa, Bali dan Sumatera.

Habitat:

Daerah sawah, kebun, ladang, pinggiran hutan dan di sekitar rumah penduduk, dari dataran rendah hingga pada ketinggian 1000 m dpl sangat mungkin dijumpai burung ciblek. Musim berkembangbiaknya tidak pasti, akan tetapi pada umumnya mereka berkembangbiak pada saat menjelang musim hujan dengan jumlah telur yang dihasilkan antara 2 sampai dengan 3 butir. Makanan alami yang paling disukai ciblek adalah serangga, seperti ulat daun, rayap, telur kupu-kupu, telur semut dan jenis serangga lainnya.

Membedakan Ciblek Jantan dengan Ciblek Betina

Ciri-ciri ciblek jantan antara lain: badan lebih besar dan ekornya lebih panjang dari yang betina, bulu dada atas dan samping kanan kiri berwarna hitam, bulu dada ke bagian perut kuning keputih-putihan, atap kepala hingga ke sayap abu-abu gelap, untuk ciblek dewasa paruh bawah berwarna hitam,bunyi suara ciikrak�ciikrak..!! Sedangkan untuk ciri-ciri ciblek betina adalah: badan lebih kecil serta ekor lebih pendek dari yang jantan, bulu dada kuning keputihan, bulu atap kepala hingga ke sayap abu-abu pucat, untuk burung dewasa paruh bawah berwarna putih, mempunyai alis berwarna putih di atas mata, serta bunyi suara cineniin�cineniin�

Daya Tarik burung Ciblek

Daya tarik burung ciblek umumnya pada suara kicauannya, meskipun senada kicauannya menarik dinikmati ketika berulang-ulang dan terus-menerus terlebih lagi apabila kicauannya pada tempo yang tinggi dalam waktu lama.

Ciri-ciri ciblek yang baik

Umumnya ciblek dikatakan baik apabila telah rajin berkicau, namun hal ini belum menjadi ukuran kalau ingin membawanya ke arena lomba, suara kicauannya dikatakan baik kalau volumenya besar, keras, tajam, cepat dan tebal, hal ini sangat tidak mungkin dperoleh pada ciblek bakalan atau baru ditangkap. Biasanya suara burung berkicau yang baik dapat ditandai dengan meliha paruhnya, paruh yang agak panjang dan tidak begitu tebal menandakan burng memiliki suara yang baik dan rajin berkicau, sementara paruh yang pendek dan tipis biasanya kicauannya jarang dan ngambang.

Perawatan ciblek dari bakalan muda hutan yang belum makan voer

Menjinakkan bakalan ciblek muda hutan dari hasil tangkapan atau membeli di pasar burung yang belum makan voer sangat mudah, beberapa langkah perawatannya adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengkondisikan ciblek tersebut pada sangkar barunya sebaiknya ciblek di masukkan sangkar yang ketiga sisinya (samping kiri kanan dan belakang) ditutup dengan koran ataupun kain, kemudian ditaruh di tempat yang sepi, selama kurang lebih 3 (tiga) hari ciblek dikasih kroto segar setiap pagi dan sore.minuman bisa dicampur dengan multivitamin/antistress untuk burung.


2. Hari selanjutnya adalah meracik campuran kroto dengan voer lembut ditambah air sedikit. 2-3 hari pertama komposisi kroto dengan voer adalah 75%:25%; 2-3 hari kemudian 50%:50%; 2-3 hari kemudian 25%:75%. Pemberian campuran kroto dengan voer ini diberikan pada pagi dan sore hari, bisa ditambah dengan 2 (dua) ekor jangkrik kecil. Kira-kira 6 � 9 hari ciblek sudah mau makan voer, dengan melihat kotorannya yang sudah berwarna seperti warna voer. Campuran kroto bisa diganti dengan ulat hongkong.

3. Setelah warna kotorannya sudah menyerupai warna voer langkah selanjutnya adalah memberikan voer kering 100% selama 1 minggu yang diselingi dengan pemberian extra fooding berupa kroto segar/ jangkrik/ ulat hongkong dengan jumlah terbatas setiap pagi dan sore, sekaligus membuka ketiga sisi sangkar yang tertutup. Hal ini dilakukan untuk membiasakan secara perlahan-lahan terhadap dunia barunya. Pada tahap ini ciblek sudah dapat makan voer secara total, namun karena burung ciblek adalah burung pemakan serangga alangkah baiknya jika ciblek diberikan selingan jangkrik/ kroto/ ulat hongkong walaupun 1 (satu) hari sekali dengan jumlah 2-3 ekor jangkrik kecil atau 3-4 ekor ulat hongkong atau � sendok teh kroto.

4. Untuk menjinakkan ciblek, trik selanjutnya adalah menaruh burung ciblek pada keramaian dengan menggantungkannya pada posisi yang agak tinggi kemudian setiap pekan berangsur-angsur semakin rendah, sambil dilatih pemberian extra fooding dengan tangan.

5. Setelah 3 � 4 bulan burung ciblek anda akan berkicau dengan riang.


Pemberian kroto setiap hari akan merangsang burung ciblek cepat berkicau.

Perawatan burung ciblek supaya rajin berkicau

Untuk menjadikan burung ciblek anda rajin berkicau berikut tips perawatannya:

1. Pagi jam 05.00 WIB buka krodong, kemudian digantang di luar rumah, para kicaumania sering menyebut diembun-embunkan, namun sebenarnya untuk semua jenis burung senang akan suasana pagi hari menjelang matahari terbit.

2. Jam 07.00 WIB ciblek diberikan extra fooding berupa jangkrik kecil 2-3 ekor, kroto � � � sendok teh, ulat hongkong 2 � 4 ekor (pemberian extra fooding bisa disesuaikan dengan settingan), kemudian disemprot dengan setelan semprotan lembut.

3. Penjemuran bisa dilakukan pada pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB.

4. Setelah itu di gantang ditempat yang teduh.

5. Sore hari jam 16.00 WIB pemberian extrafooding dengan jumlah yang sama dengan pemberian extra fooding pagi harinya.

6. Sore jam 17.00 WIB burung dikrodong.

Demikian sedikit ulasan seluk beluk burung ciblek, semoga bermanfaat, silahkan digethok tularke ilmu ini, apabila ada kekurangannya mohon kritik dan saran dari rekan-rekan sekalian!

disarikan dari berbagai sumber dan pengalaman.
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Cerita Lucu Serba Unik - All Rights Reserved inovLy media online by inforZa